Adsensecamp

ARTIKEL TERBARU

RUMAH TUMBUH MURAH TAHAN GEMPA


Share/Bookmark Read More..

Download Pedoman Praktis Pembangunan Rumah Tahan Gempa


Share/Bookmark Read More..

Potensi Ferosemen Untuk Rumah Tahan Gempa


Share/Bookmark Read More..

Konsep Rumah Tahan Gempa

Negara Kesatuan Republik Indonesia merupakan negara yang rawan gempa, karena di dasar samudera negara kita ini terdapat tiga lempeng, yakni Eurasia, Indo-Australia, dan Pasifik, yang bila bertumbukan akan menghasilkan gempa tektonik. Secara alamiah, fenomena alam tersebut tidak bisa dihindari. Sebab lempeng-lempeng yang ada di negara kita itu merupakan bagian dari kerak bumi yang bergerak aktif. Pergerakan itu dipicu antara lain oleh air laut dan samudera. Sekitar 71 persen wilayah bumi kita ini terdiri atas laut dan samudera, atau dengan kata lain berupa air. Lempeng-lempeng bumi ini sebenarnya adalah bagian dari kerak bumi yang terdiri atas berbagai jenis bebatuan. Efek dari pergeseran itu adalah berupa getaran yang disebut gempa. Gempa terjadi karena ada perpindahan massa dalam lapisan batuan bumi. Kekuatan suatu gempa bergantung pada jumlah energi yang terlepas, saat terjadi pergeseran dan tumbukan. Pergeseran tersebut memang memungkinkan terjadinya tumbukan. Ada kalanya pergeseran itu menyebabkan perubahan bentuk yang tiba-tiba, sehingga terjadi ledakan dan patahan yang menimbulkan gempa hebat yang disebut sebagai gempa tektonik. Keadaan itu tidak bisa kita hindari karena memang bagian dari evolusi bumi. Nah, walaupun gempa tidak dapat kita prediksi, namun kita dapat meminimalisir dampak yang ditimbulkannya dengan cara membangun rumah tahan gempa. Ketika gempa dan tsunami melanda Aceh tahun 2004 lalu, sebagian besar rumah tradisional (berbahan kayu) masih tetap berdiri kokoh. Bahkan di negara jepang yang sering terjadi ratusan gempa, bahan dasar rumah mereka (Jepang, red) terbuat dari kayu dan kertas ditambah lagi dengan pintu yang digeser kesamping, serta meja ala jepangnya yang hampir menyentuh lantai. Kini dengan teknologi barunya, Jepang menciptakan rumah Barier adalah rumah bola nomaden yang memiliki banyak keistimewaan. Diantaranya, tahan gempa dan bisa mengapung di air. Rumah bola ini dibuat berdasarkan Hukum Bernauli yang berbunyi: jika ada angin berhembus di bawah suatu benda, maka benda tersebut mengalami tekanan gaya ke bawah. Dinding rumah ini terdiri dari 32 sisi. Rahasia dari rumah ini adalah pada sistem pondasinya. Dengan menggunakan struktur pondasi bebas (beda dengan rumah biasa) dan pemberian gaya yang merata di 32 sisi dinding rumah bola ini menyebabkan rumah bola ini memiliki kekuatan yang merata pada setiap bagiannya. Bahan rumah ini terdiri dari tiga lapisan, lapisan tengahnya mampu mengalirkan udara masuk dan keluar. Bagian sisi paling luar dibuat dari bahan urethane anti air, lapisan tengah adalah agregat (kerikil) dan lapisan dalamnya terbuat dari bahan kayu. Makanya, sela-sela kerikil inilah yang dimanfaatkan untuk mengalirkan udara Jika terjadi banjir, rumah ini akan secara otomatis bisa mengapung di atas air. Hanya saja tidak bisa dikendalikan oleh penghuni rumah bola tersebut. Mereka akan terbawa terus oleh arus. Walaupun demikian, rumah Barier ini juga bisa dimodifikasi sesuai dengan keinginan pemilik rumah. Menurut perusahaan World Window yang berlokasi di Timinaga, Yamagata city, terdapat beberapa ukuran tipe rumah Barier, yaitu ada ukuran 3S, 3SL, 2S, S, M dan L. Sementara di Indonesia, Rumah tahan gempa (Smart Modula) ini tergolong konsep revolusioner untuk konstruksi bangunan serba guna. Desain rumah ini memiliki fleksibilitas tinggi, mudah dalam membangunnya, dan cukup kokoh. Konsep knock down atau bongkar pasang yang cukup sederhana tapi praktis ini telah digulirkan sejak lima tahun lalu oleh BB Triatmoko SJ. Struktur utama rumah tahan gempa ini tidak ditanam atau ditopang dengan fondasi yang memanjang di bawah dinding rumah, tetapi hanya menggunakan umpak di setiap sudut rumah. Konsepnya mengadopsi model rumah tradisional adat Jawa yang dibuat dari kayu. Dengan penopang semacam ini, saat terjadi gempa, relatif bisa fleksibel. Jika menggunakan model fondasi seperti rumah-rumah konvensional, hampir dipastikan akan mengalami keretakan atau patah saat dilanda gempa hebat, jelas Direktur Akademi Teknik Mesin, Surakarta, itu. Rumah tahan gempa, berdasarkan analisa data dari http://www.ristek.go.id adalah sebagai berikut: Konsep Dasar Konsep bangunan tahan gempa pada dasarnya adalah upaya untuk membuat seluruh elemen rumah menjadi satu kesatuan yang utuh, yang tidak lepas/runtuh akibat gempa. Penerapan konsep tahan gempa antara lain dengan cara membuat sambungan yag cukup kuat diantara berbagai elemen tersebut serta pemilihan material dan pelaksanaan yang tepat. Konsep rumah contoh yang dikembangkan Kantor Menteri Negara Riset dan Teknologi (KMNRT) tidak hanya mengacu kepada konsep desain tahan gempa saja, akan tetapi mencakup konsep pemanfaatan material setempat, budaya masyarakat dalam membangun rumah, serta aspek kemudahan pelaksanaan. Pondasi Pondasi menggunakan sistem pondasi batu kali menerus, dimana hubungan antara sloof dengan pondasi dipergunakan angker setiap 0.5 meter. Hal ini dimaksudkan supaya ada keterikatan antara pondasi dengan sloof, sehingga pada saat terjadinya gempa ikatan antara ponadsi dengan sloof tidak lepas. Dinding Dinding yang dipakai merupakan perpaduan antara kebiasaan masyarakat setempat yang menggunakan material kayu dan dinding yang terbuat dari batu-bata. Untuk menyatukan dinding dengan kolom maupun sloof, dipergunakan angker yang dipasang pada jarak 0.3 meter. Untuk mengatasi adanya gaya horisontal akibat gempa, maka pada dinding di pasang pengikat silang sebagai pengaku. Setiap bukaan yang cukup lebar seperti : pintu, jendela harus dipasang balok lintel. Dalam desain bangunan ini balok lintel disatukan dengan kayu kusen atas. Kolom Kolom menggunakan material kayu dengan ukuran yang ada di pasaran yaitu ukuran 2 x 5/10. Pemakaian ukuran yang ada dipasaran, dimaksudkan untuk memudahkan masyarakat dalam mencontoh. Untuk menahan gaya geser akibat gempa, maka pada ujung bawah kolom dipasang plat berbentu U yang ditanam dalam adukan beton sloof. Untuk menjamin adanya satu kesatuan antara kolom dengan rangka kuda-kuda, maka salah satu batang diagonal kuda-kuda dipanjangkan sampai ke kolom. Sementara itu untuk menghindari terlepasnya kusen pintu/jendela, maka batang horisontal kusen pintu/jendela. Atap Kuda-kuda menggunakan material kayu dengan atap menggunakan seng. Metoda sambungan yang dipergunakan sangat sederhana, hal ini untuk memudahkan masyarakat dalam mencontoh. Untuk memperkuat hubungan antara batang dan menjaga stabilitasnya, maka hubungan antara batang membentuk segitiga. Hubungan antara kuda-kuda yang satu dengan kuda-kuda lainnya menggunakan batang pengaku dan batang pengaku di badan bangunan yang biasa disebut dengan batang lintel Beberapa aspek yang perlu diperhatikan adalah sambungan antar batang horisontal jangan terletak pada titik buhul, hal ini untuk menghindari terjadinya lendutan, harus dihamai antara sambungan tarik dan sambungan tekan. Plafon pada overstek menggunakan kisi-kisi ukuran 2/3, hal ini dimaksudkan untuk memberikan sirkulasi udara yang lebih baik, mengingat atap yang dipergunakan adalah seng yang cukup panas.
Share/Bookmark Read More..

Mempercantik rumah minimalis dengan furniture

Rumah tipe minimalis sekarang ini memang sangat diminati oleh masyarakat yang serba praktis termasuk dengan furniture minimalis nya. Tetapi dalam memilih isi dari rumah minimalis diperlukan trik khusus agar tetap terlihat hangat dalam memilih jenis dan model furniture nya. Jadi bagaimana cara memilih furniture minimalis dan aksesori furniture design yang tepat untuk rumah minimalis anda? Mempertahankan unsur praktis dan fungsional menjadi kunci dasar dalam mendandani rumah minimalis. 1. Pemilihan bahan yang tepat dapat mengentalkan konsep minimalis yang ingin dihadirkan. Furniture design kaca misalnya yang dipadu dengan aluminium atau besi tempa termasuk jenis furniture yang banyak digunakan. Selain bentuknya yang simpel, perawatannya pun relatif mudah dilakukan 2. Pemilihan gorden (minimalis furniture)pun mampu mendukung kesan yang ingin ditampilkan dalam ruangan. Dengan jenis roman blind, misalnya yang bersifat ringan sekaligus mampu memberi kesan dinamis dalam ruangan yang minimalis furniture. 3. Desain dengan presisi yang tegas juga menjadi ciri khas pada arsitektur maupun furniture minimalis. Oleh karena itu, pilih meja atau kursi yang memiliki desain sederhana, sedikit, atau tanpa ornament. Dengan ornament yang minim tersebut, dapat memudahkan perawatan dan ruangan terksesan lebih lega sehingga cocok bila diterapkan pada rumah minimalis yang mungil. 4. Pemilihan warna furniture minimalis design dan corak pun harus diperlihatkan dengan cermat, di mana corak bunga-bunga atau warna-warni yang terlalu ramai kurang cocok bila dipadukan dalam rumah minimalis. Pertahankan nada warna setiap kali menambah atau mengganti aksesori furniture dan furniture dalam satu ruangan. 5. Tata setiap aksesori dan furniture minimalis design dengan cermat, namun usahakan agar ruangan tidak berkesan terlalu penuh karena justru dapat menegaskan kesan minimalis yang ingin diciptakan. Contohnya penataan pigura foto menggunakan pigura yang lebih besar namun dalam jumlah sedikit untuk memberi aksen dalam ruangan. Minimalis juga dapat dipadukan dengan bahan atau furniture dari warna - warna kayu seperti coklat tua atau furniture warna coklat yang kemerahan.
Share/Bookmark Read More..

Rumah Ideal dengan Harga Murah dan Terjangkau

Di tengah kondisi ekonomi yang belum stabil seperti sekarang ini, Bangun Rumah ideal dengan biaya murah tampaknya sebuah impian. Tetapi di mata arsitek sekaligu penulis buku “Mimpi Rumah Indah”, Yu Sing, membangun rumah berbiaya minim bukanlah sesuatu yang mustahil. Untuk mewujudkan impian bangun rumah murah, Yu Sing memberi sejumlah panduan penting yang merupakan hasil pengalamannya dalam mendesain beberapa rumah murah, baik yang sudah terbangun,yang sedang dibangun, maupun yang masih dalam proses desain. "Tentunya pengalaman mendesain rumah murah ini tidak dapat menjadi acuan akhir, tapi sebagai pemberi dorongan semangat bagi mereka yang ingin bangun rumah dengan biaya terbatas," ungkapnya. Setidaknya ada tiga hal penting menurut Yu Sing yang harus dipenuhi untuk mewujudkan rumah murah yakni penggunaan tenaga arsitek, perencanaan struktur rumah dan penggunaan material yang tepat. Untuk hal pertama, Yu Sing mengakui masih banyak masyarakat yang terjebak pada anggapan keliru soal arsitek. Masyarakat menilai jasa arsitek itu selalu mahal sehingga pembangunan dirasa murah tanpa arsitek. "Padahal itu tidaklah benar, memang arsitek masih terkesan eksklusif, tetapi ada juga yang tidak menetapkan tarif mahal," ujar Yu Sing. Ia menegaskan, tidak semua arsitek menetapkan tarif yang tinggi. Tak sedikit arsitek yang siap memberikan jasanya dengan tarif yang sesuai dengan kantong. Dengan menggunakan jasa arsitek, lanjut Yu Sing, masayarakat dapat menghemat biaya karena arsitek bisa membantu dalam membuat struktur, ruangan, dan pemilihan material yang efisien dan efektif. Menggunakan jasa arsitek juga membantu Anda dalam membuat desain rumah yang baik. Hal kedua yang harus dipenuhi adalah perencanaan struktur. Agak berbeda dengan desain rumah beranggaran dana longgar, desain rumah murah justru dimulai dengan desain sistem strukturnya terlebih dahulu, bukan dimulai dari desain arsitekturnya. "Sistem struktur yang efisien sangat menentukan anggaran konstruksi rumah, karena biasanya biaya struktur rumah sekitar 40-50 persen dari biaya keselururuhan," ungkap Yu Sing. Selain itu, kalau lebar rumah tidak lebih dari 400 cm, maka tidak diperlukan struktur kuda-kuda. Jarak antara lantai satu dengan dua sebenarnya cukup 250 cm jika memiliki bukaan dan ventilasi cukup untuk ukuran ruangnya. Hal ini bisa menghemat biaya dinding, struktur kolom, dan tangga. Poin terakhir yang tak kalah penting dalam menekan biaya bangun rumah adalah penggunaan material atau bahan bangunan dengan harga relatif murah. Cukup banyak material mendasar atau murah yang dapat dieksplorasi pemakaiannya atau cara pemasangannya untuk membentuk sensasi ruang yang menarik. Misalnya bata merah saja dapat memiliki banyak sekali kemungkinan cara penyusunannya. Dapat dipasang seperti biasa, atau diberi jarak antara bata merahnya sehingga dindingnya berlubang-lubang, atau bata dipasang dengan variasi susunan satu bata dan setengah bata, dan lain-lain. Contoh lain material murah adalah bambu. Biasanya bambu dipandang sebagai bahan sekunder, tapi saat ini sedang menjadi material yang digemari karena kekuatan seratnya yang dapat menggantikan baja tulangan. Dengan sistem pengawetan yang baik, bambu dapat menjadi material primer rumah yang mampu bertahan puluhan rumah. Selain itu, juga bisa memanfaatkan material bekas atau daur ulang seperti kusen atau daun pintu.
Share/Bookmark Read More..

IMPIAN ARSITEKTUR HIJAU

Permasalahan krisis lingkungan dan krisis energi (listrik, BBM) yang diiringi dengan semakin menyusutnya ruang terbuka hijau mendorong berbagai kalangan (arsitek, arsitek lanskap, desainer interior, produsen bahan struktur bangunan, dan lain-lain) untuk berpikir ulang tentang paradigma membangun rumah yang berkelanjutan dan ramah lingkungan, atau arsitektur hijau. Konsep hijau Banyak orang memiliki pemahaman berbeda-beda tentang arsitektur bangunan hijau. Ada yang beranggapan besaran volume bangunan (koefisien dasar bangunan/KDB) harus lebih kecil dari koefisien dasar hijau (KDH) pada total luas lahan. Perbandingan KDB (50-70 persen) dan KDH (30-50 persen) yang seimbang diharapkan mampu mewujudkan hunian ideal dan sehat secara konsisten. Keterbatasan lahan mendorong optimalisasi setiap jengkal lahan dan fungsi setiap ruang. Perlu gambar bangunan yang nyata untuk perhitungan selanjutnya. Tidak ada ruang yang terbuang atau mati. Ketersediaan lahan hijau dikembangkan optimal di halaman depan, samping, belakang, serta teras balkon depan, dan tengah/samping. Taman merupakan bagian dari penghijauan rumah yang bertujuan memperbaiki kualitas lingkungan kota, mendinginkan udara sekitar rumah, mendapatkan pemandangan alam, dan ruang bermain. Tidak sekadar hijau. Cukup adalah cukup. Gejala perbesaran volume struktur bangunan rumah-rumah tinggal sudah waktunya dialihkan karena sangat tidak efisien dan tidak efektif (boros waktu dan dana) serta tidak aman (secara sosial). Kebutuhan utama penghuni rumah menjadi prioritas utama. Massa bangunan lebih menjadi ruang-ruang fungsional. Arsitektur bangunan hijau mengoptimalkan lahan rumah sebagai ruang hijau kota. Rumah dengan konsep arsitektur hijau merupakan reinterpretasi sosial budaya masyarakat terhadap alam dan kehidupan tempat tinggalnya. www.kompas.com
Share/Bookmark Read More..

Kiat Menciptakan Rumah Yang Sehat

Rumah dan kesehatan dua jalinan yang tidak terpisahkan dalam masyarakat modern. Karena itulah pembangunan senantiasa dikaitkan dengan persyaratan kesehatan. Maksudnya agar penghuni terhindar dari berbagai penyakit terutama yang menular. Kesehatan bukan lagi masalah dokter. Guna menentukan rancangan rumah dalam proses pembangunannya, tentu kedudukan arsitek tak bisa dilepaskan. Jadi peran arsitek yang menawarkan rancangan rumah yang baik sesuai dengan kemampuan pemilik rumah, seharusnya disejajarkan dengan peran calon penghuni yang mempunyai kesadaran akan kesehatan. Keduanya bersisian, karen rumah yang memenuhi persyaratan sehat, berarti pula menjaga kebersihan lingkungan. Untuk memperoleh hunian (rumah) yang layak, lingkungan rumah harus memenuhi persyaratan kesehatan. Kalau tidak, ini akan ada hubungan interaktif yang berakibat buruk terhadap kesehatan. Rumah sehat sangat banyak aspeknya, antara lain ada soal sosiologi, fisika, kimia dan biologisnya. Pada zaman sekarang, pembangunan rumah berdasarkan beberapa pertimbangan. Faktor keuangan menjadi bahan pertimbangan bagi ekonomi yang pas-pasan. Sementara konsumen berekonomi kuat membangun rumah dengan memperhitungkan keindahan dan kemewahan saja. Adapun kriteria sehat berdasarkan kebutuhan sehat diantaranya ukuran rumah sehat berkaitan dengan ukuran lantai rumah. Ideal untuk satu orang memerlukan luas lantai 4,5 m2 dan untuk anak-anak umur 1-10 tahun sekitar 1,5 m2. Selama ini rumah kecil dipadati banyak isi keluarga, sehingga tampak berdesakan. Alhasil, aspek pertumbuhan keluarga terabaikan. Semakin banyak penghuni pada sebuah rumah terutama yang sempit, semakin banyak koloni kuman. Dan ini, jelas ber-akibat mendapatkan penyakit saluran pernapasan. Aspek yang juga penting diperhatikan adalah ventilasi. Artinya, lantai rumah harus dirangkai sistim ventilasi yang baik, agar mendapat kualitas udara bersih. Hasil penelitian, ventilasi yang mendekati baik berdasarkan kesehatan adalah 10-20 persen dari luas lantai rumah. Udara salah satu unsur penting untuk menunjang kesehatan. Kita tak bisa menunda bernapas, tapi kalau kita haus, kita masih bisa menunda minum untuk beberapa lama. Dan celakanya di dalam rumah kita sering menemukan sumber-sumber pencemaran, terutama asap rokok lalu dari pembakaran kompor, cat, asbes. Semuanya itu memberikan kontribusi kualitas udara di dalam rumah. Terakhir lingkungan fisik, radiasi dari televisi, radio, alat-alat elektronik lainnya serta kebisingan. Pekerja di perusahan radio dan televisi, menurut suatu penelitian, ada keluhan gangguan menstruasi. Konon ini merupakan dampak buruk dari radiasi radio. Karenanya perlu penelitian lebih lanjut, apakah inipun dapat diderita oleh penghuni rumah?. Kebutuhan atas rumah tinggal memang dominan, dan kesadaran masyarakat untuk tinggal di rumah sehat semakin tinggi. Hal itu tentu tidak lepas dengan semakin menjamurnya pembangunan perumahan-perumahan di kawasan pinggiran kota oleh pihak developer (pengembang). *** Sekalipun keindahan budaya dan aspek kemewahan mempunyai arti tersendiri, tapi bila ditinjau dari sudut kesehatan, suatu rumah yang sehat tidaklah tergantung dari terpenuhi atau tidaknya kedua hal tersebut diatas. Berdasarkan laporan American Public Health Association (1959), satu rumah dipandang sesuai dengan prinsip kesehatan apabila memenuhi 4 persyaratan pokok. * Pertama, mampu memenuhi kebutuhan fisiologi dasar penghuni. * Kedua, mampu memenuhi kebutuhan psikologi dasar penghuni. * Ketiga, mampu melindungi penghuni dari kemungkinan terjangkitnya penyakit menular. * Keempat, mampu melindungi penghuni terhadap kemungkinan timbulnya bahaya kecelakaan. Dengan kata lain, suatu rumah yang benar-benar sehat adalah rumah yang dapat menjamin terpeliharanya kesehatan para penghuninya. Suatu rumah yang mewah, kalau penghuninya selalu jatuh sakit, maka ini bukanlah rumah yang sehat. Sebaliknya, meskipun rumahnya relatif sederhana tetapi bila kesehatan penghuninya dapat terjamin, maka rumah tersebut adalah rumah yang sehat. Pada akhirnya, masalah rumah sehat ini memang tidak bisa lepas dari penghuninya itu sendiri. Dengan menjaga kebersihan di dalam rumah berarti kesehatan lingkunganpun ikut terjaga. Bila rumah dan lingkungan sehat, barulah terbentuk apa yang disebut rumah sehat. (RM. Suseno)
Share/Bookmark Read More..
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...