Adsensecamp

ARTIKEL TERBARU

Renovasi Sendiri? Siapa Takut..

Ingin merenovasi rumah atau kantor sendiri? Sebenarnya hal ini membuat kita sedikit was-was. Yang namanya renovasi, tentu membutuhkan banyak pengorbanan. Korban waktu, tempat, tentu saja korban uang. Tapi, jika Anda sudah mempersiapkan semuanya, maka hal ini bisa diatasi dengan mudah.
Pada intinya, orang merenovasi bangunan karena bangunan itu sudah sebagian rusak, atau rusak total. Bisa juga karena ada pengembangan bangunan, misal rumah yang kini sudah dihuni anak-anak yang semakin dewasa, sehingga membutuhkan ruang kamar terpisah satu sama lain.
Ingin renovasi murah? lakukan sendiri saja.. ini beberapa hal yang bisa di ambil :
  1. Tulis/gambar sket saja keinginan, model, bentuk atau desain bangunan tambahan yang Anda inginkan. Jika Anda awam, tak perlu ragu, asal tulis dan gambar sket dulu.
  2. Siapkan dana untuk renovasi bangunan Anda. Angka kasaran biaya bangunan 2jt-2,5jt/m2 bangunan. Bisa lebih murah atau mahal tergantung material Anda nantinya. Dana disini juga untuk membayar IMB, biaya administrasi dll.
  3. Pilih Mandor atau Tukang pribadi yang benar-benar Anda percayai dan memiliki kemampuan dan anak buah tukang yang berpengalaman. Hal ini penting, apalagi jika Anda tidak sempat membeli material dan Anda harus pasrahkan beli material kepada tukang Anda. Jika salah pilih mandor, malah uang untuk renovasi bisa habis oleh si Mandor ini.
  4. Selalu cek antara material dan kebutuhan yang diperlukan. Sekali-kali boleh cek harga disetiap toko material di kota Anda. Anda konsumen mereka. Anda adalah raja. ok?
  5. Jika Anda tidak ada waktu, Carilah Konsultan Bangunan yang bisa Anda pakai sewaktu-waktu. Konsultan bangunan mampu memberi Anda petunjuk memilih material murah/mahal, tukang berpengalaman/tidak. Jasa konsultan bangunan cukup terjangkau. Nego saja, harga tergantung besar kecil renovasi. Dari sini, Anda bisa mendapatkan timbal balik, ide dan informasi dari Sang Konsultan yang tidak mungkin menyesatkan. Kecuali memang sang konsultan berniat tidak baik. Karena itu pilihlah yang dapat dipercaya. Pengalaman menjadi faktor penting.
Anda butuh Konsultan Bangunan? Kami siap bantu. Anda bisa membangun sendiri dengan biaya lebih murah tentunya.
Share/Bookmark Read More..

ESTETIKA ARSITEKTUR BALI

Arsitektur tradisional Bali adalah suatu karya arsitektur yang banyak melibatkan berbagai disiplin ilmu tradisional Bali, seperti agama, kosmologi, filosofi, sikap hidup, dan alam lingkungan. Hal ini dapat ditemukan pada tulisan-tulisan lontar yang dikenal dengan sebutan Asta Kosali, Asta Bhumi, Asta Patali, Sikunting Umah, Giwakarma dan sebagainya.

Pada umumnya estetika karya arsitektur diartikan sebagai keindahan unsur seni (rupa) yang terdapat dalam karya tersebut. Khusus di Bali, bangunan-bangunan yang memakai pola arsitektur tradisional, estetikanya terdapat pada tiga hal sebagai berikut:

ESTETIKA BANGUNAN
Umumnya diartikan sebagai keindahan suatu bangunan yang tidak khusus dibuat dan direncanakan untuk maksud seni, tetapi lebih ditekankan pada fungsi dan bentuknya.
Keindahannya sangat didukung oleh bahan yang digunakan, proporsi dan dimensinya yang ditata dengan pola tri angga (kepala, badan, kaki) yang diterjemahkan ke dalam bentuk atap, dinding dan lantai, sedangkan dimensinya menggunakan skala manusiawi.

ESTETIKA STRUKTURAL

Unsur keindahan yang bersifat structural seringkali disebut “ornamen aktif”, karena struktur bangunan ini juga mendukung struktur bangunan secara konstruktif. Kerangka konstruksi bangunan mampu memberikan keindahan interior yang alamiah. Keindahan struktur banguna tradisional Bali dapat dilihat antara lain pada tugeh atau penyangga atap. Tugeh biasanya diberi bentuk hiasan yang berasal dari jenis bunga-bungaan (patra/pepatraan).
elemen arsitektur bali

Canggah wang adalah konstruksi yang letaknya menyilang dan menyangga konstruki balok mendatar (lambang) dengan tiang vertikal (saka). Umumnya ditampilkan dalam bentuk hiasan sederhana berbentuk patra. Saka merupakan bagian utama dari struktur bangunan sebagai pendukung beban bagian atas. Pada saka ini biasanya ditambahkan suatu bentuk hiasan kekupakan.

ESTETIKA ORNAMENTAL
Bangunan-bangunan tradisional Bali umumnya menerapkan berbagai bentuk ornamen sebagai pencerminan dalam seni bangunannya. Estetika ornamental tersebut ditampilkan dalam bentuk tata nilai dan sifat ornament. Kemudian penempatannya disesuaikan dengan tata nilai ornament bangunan.


Bentuk-bentuk ornamen yang dipakai ada yang disebut pepatraan atau patra, merupakan stiliran dari bentuk tumbuh-tumbuhan atau bunga-bungaan. Kekarangan merupakan hiasan stiliran dari bentuk binatang seperti karang goak, karang asti, dan sebagainya. Ornamen-ornamen lainnya yang berbentuk lebih sederhana, bahkan hanya memperlihatkan kesan bentuk saja adalah keketusan, pepalihan, kekupakan dan lelengisan.


Share/Bookmark Read More..

PENGARUH PENGHIJAUAN PADA ATAP BANGUNAN


Penghijauan pada hunian atau bangunan (berlantai banyak) sebetulnya memiliki keuntungan yang bisa diukur secara kuantitatif, berupa keuntungan financial dan secara kualitatif berupa keuntungan dari aspek lingkungan, social, dan estetika (keindahan).
Pengaruh-pengaruh tersebut antara lain:

PENURUNAN SUHU
Material atap pada bangunan biasanya terbuat dari material yang keras dan berwarna gelap dengan nilai albedo yang rendah (nilai pemantul/reflektivitas yang rendah). Hal ini turut menyumbang naiknya suhu di perkotaan (efek pulau pemanasan perkotaan), di mana suhu di kota lebih tinggi disbanding di daerah pinggiran. Dampak dari kenaikan suhu perkotaan yaitu pemanasan global dan pemborosan penggunaan energi.
Penghijauan dapat mengurangi efek kanopi kabut/asap di atas lingkungan kota secara langsung dengan cara membayangi area yang menyerap panas, dan secara tidak langsung  melalui pendinginan secara evapotranspirasi (evapo-transpirational cooling), selain itu mengurangi panas akibat pemantulan kembali radiasi (re-radiation). Hanya sekitar 20% dari energy surya yang jatuh pada permukaan daun pada pohon akan dipantulkan kembali. 


 Sebatang pohon dapat melakukan proses evapo-transpirasi sebanyak 151,4 liter air/hari, Jumlah ini setara dengan memindahkan kalor panas yang dihasilkan oleh seratus buah lampu 100 w yang dinyalakan selama 8 jam/hari.
Jadi, keuntungan yang didapatkan dari tanaman pada atap bangunan adalah penurunan suhu permukaan dan udara, pengurangan jumlah radiasi sinar matahari yang diserap oleh atap, dan pengurangan panas yang diterima oleh atap

MEMPERBAIKI KUALITAS UDARA
Atap bertanaman dapat memperbaiki kualitas udara secara langsung dengan cara menyaring partikel yang berterbangan di udara dengan daun dan dahannya.
Meningkatnya suhu udara di atas permukaan atap turut mempengaruhi reaksi kimiawi yang menyebabkan rendahnya kandungan ozon di udara, di mana kondisi ini faktor terpenting dalam pembentukan polusi. Dengan demikian, dengan menjaga suhu udara tetap rendah, penghijauan pada atap bangunan dapat meningkatkan kualitas udara melalui pembentukan ozon.
Sistem atap bertanaman dapat menyaring kandungan logam berat dan zat berbahaya lainnya dari air hujan, melalui mekanisme penyaringan alami tergantung pada jenis tanaman dan ketebalan lapisan tanah yang dipergunakan pada atap bertanaman.



MEMPERBAIKI PENYERAPAN AIR HUJAN
Salah satu cara praktis untuk mengendalikan air limpahan (run off) di daerah perkotaan yaitu menggunakan atap bertanaman karena kemampuannya untuk menyimpan air hujan. Dari aspek lingkungan, hal ini berarti berpengaruh positif seperti berkurangnya kontaminasi permukaan dari air hujan, mengurangi erosi tanah dan meningkatkan kehidupan tanaman dan makhluk hidup lain (hewan).


 

Beberapa perkecualian pada iklim tropis dapat mempengaruhi penyerapan air oleh atap bertanaman. Pertama, seringnya hujan lebat dapat mengakibatkan terjadinya erosi pada atap bertanaman yang baru dibangun dan proses pelarutan tanah akan berlangsung lebih cepat. Kedua, kondisi suhu udara harian di daerah tropis menyebabkan tingginya proses penguapan dan pembentukan biomassa, dengan demikian menaikkan tingkat penyerapan airnya.

PENGURANGAN KARBON DIOKSIDA DAN PENINGKATAN JUMLAH OKSIGEN
Tanaman dapat menyerap karbon dioksida dan melepaskan oksigen ke udara dalam proses fotosintesis. Oleh karena itu, kestabilan dari komposisi udara akan turut terjaga oleh tanaman.
Lewat proses fotosintesis, area tanaman seluas 155m2 dapat menghasilkan cukup oksigen untuk satu orang selama 24 jam. 


Sebatang pohon yang besar dapat menghasilkan cukup oksigen untuk 10 orang setiap jam.
Kemampuan atap berpenghijauan pada bangunan bertingkat terbukti dapat mengurangi jumlah energy yang dibutuhkan untuk penyejukan udara, dan secara tidak langsung akan mengurangi emisi (buangan) karbondioksida dari mesin pembangkit listrik.

PENGURANGAN KEBISINGAN
Atap bertanaman dapat mengurangi tingkat kebisingan hingga 50 dB (decibel). Lapisan tanah setebal 12-20 cm dapat mengurangi tingkat kebisingan hingga 40-46 dB. Lapisan tanah cenderung untuk meredam frekuensi rendah sedangkan pepohonan meredam frekuensi yang tinggi.

Kemampuan atap bertanaman meredam kebisingan sangat dipengaruhi oleh berat lapisan tanah (substratnya dan tingkat kebocoran suara melalui lubang atap lainnya seperti skylight, atrium, dan sebagainya.

(sumber: buku Atap bertanaman ekologis dan fungsional, Henry Feriadi dan Heinz Frick)



Share/Bookmark Read More..
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...